Selasa, 02 Desember 2014

Konsep Dasar Program Multithreading (Multitasking)

Pengertian Multithreading

Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa pemrograman java adalah bahasa yang memiliki banyak sekali fitur yang unik, salah satunya adalah fitur multithreading. Suatu program dengan menggunakan fitur multithreading dapat menjalankan 2 atau lebih kegiatan dalam waktu yang bersamaan. Konsep ini juga biasa disebut dengan multitasking.

Sebenarnya multitasking dibagi menjadi 2 bagian yaitu : Process Based dan Thread Base. Process Based adalah multitasking saat suatu program dijalankan bersamaan dengan program lain dalam satu waktu. Contoh kasus suatu multitasking Process Based adalah bila kita sedang menulis laporan di OpenOffice/Ms. Word sambil mencari referensi di Internet dengan menggunakan Software Mozila/Google Chroom sebagai Software Browser dalam satu waktu.

 Hal ini kita sedang menggunakan 2 software dalam satu waktu.
Thread Base adalah multitasking saat suatu program dijalankan, program itu dapat melakukan proses – proses lain yang dilakukan bersamaan dalam suatu waktu. Contohnya adalah bila kita sedang mencetak suatu lembar laporan yang kita lakukan di OpenOffice/Ms. Word.
Kadang sambil menunggu cetakan selesai, kita biasa melihat-lihat cetakan selanjutnya yang akan dicetak, dan kadang kita juga mengedit tulisan dengan merubah ukuaran huruf atau warna huruf misalnya. Nah, inilah proses Thread Base multitasking yang terjadi dalam kegiatan tersebut.

Apa kegunaan Multithreading pada program yang kita buat???

Nah,untuk anda yang pernah belajar organisasi komputer atau mungkin lebih lanjut ke arsitektur komputer pasti kamu mengetahui bahwa device I/O seperti keyboard, mouse dan lain sebagainya, mempunyai kecepatan yang lebih jauh lambat dibanding dengan kecepatan si proses dalam hal ini adalah Processor.

Untuk menghemat waktu dan memaksimalkan kerja dari Processor yang memiliki kecepatan lebih dari pada device I/O, maka saat kita menunggu masukan atau keluaran dari device I/O.

Dalam proses multitasking, ada keadaan yang mesti kita ketahui yaitu keadaan saat berjalan (Running) artinya adalah Processor menjalankan suatu kegiatan. Keadaan menghentikan sementara (Suspend) adalah kegiatan dari processor dihentikan sementara sampai keadaan dilanjutkan yaitu keadaan Resumed atau kadang keadaan pembatalan kegiatan processor (Blocked) dan terakhir keadaan selesai atau finishing (Terminating).

Mungkin Sekian yang  bisa saya bahas dari Multithreading,jika ada salah-salah kata mohon dimaaf kan.

Tugas : Kuliah Algoritma Pemrograman Java
http://uzi-online.blogspot.com/2000/11/kuliah-algoritma-pemrograman-java.html

Senin, 17 Maret 2014

Budaya

Budaya

Apa Itu Budaya...?

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.


Definisi Budaya 

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

Pengertian kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


Unsur-Unsur

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
  1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
    • alat-alat teknologi
    • sistem ekonomi
    • keluarga
    • kekuasaan politik
  2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    • organisasi ekonomi
    • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    • organisasi kekuatan (politik) 



      Kebudayaan di antara masyarakat

      Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender,
      Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.

      1. Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.
      2. Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli.
      3. Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.
      4. Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.
       
     

Budaya Demokrasi

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘demos’ artinya rakyat dan ‘kratos/krateinartinya pemerintahan. Jadi pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, yangartinya: pemerintahan di mana rakyat memegang peranan penting.

Contoh :

Penerapan perilaku demokratis makin dibutuhkan dalam pergaulan di masyarakat.

Lingkungan masyarakat merupakan tempat orang berinteraksi dengan orang lain. Contoh

perilaku budaya demokratis dalam lingkungan masyarakat adalah:

a. memilih ketua RT, ketua RW, hingga kepala desa,

b. melakukan musyawarah desa,

c. menghargai perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan,
d. mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan permasalahan.


Opini Dari Saya

Budaya Berdemokrasi sangat penting pada masyarakat.karena bila budaya berdemokrasi sudah kurang baik,akan berakibat pada buruk nya pemerintahan. sekian dari saya,bila ada  kata yang kurang berkenan mohon dimaafkan. 


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://insert-me.blogspot.com/
http://handikap60.blogspot.com/2013/03/contoh-budaya-demokrasi-di-lingkungan_2818.html